Disebuah
rumah di komplek perumahan Alam Permai tinggallah sebuah keluarga kecil Pak
Harudhito. Pak Hardito atau biasanya disapa dengan panggilan Pak Dito, adalah
penjual bakso di pasar Alam Bersih. Ia mempunyai istri bernama Ibu Sri Lestari
atau biasa dipanggil Bu Dhito. Bu Dhito bekerja sebagai pegawai negeri di
kantor kecamatan Teduh Syukur. Mereka
memiliki seorang anak perempuan yang berumur 5 tahun bernama Chika. Chika sudah
bersekolah di TK Anak Bangsa kelas TKB.
Hari ini,
keluarga Pak Dhito diajak oleh keluarga Pak Amin , tetangga mereka untuk
berkunjung ke Panti Asuhan Ibu Pertiwi. Cika senang sekali karena bisa
bepergian bersama – sama ayah dan bunda dan juga keluarga Pak Amin. Pak Amin
juga mengajak Kak Bima, anak mereka. Tak lupa, Cika membawa barang – barang mainannya
yang sudah tidak dipakai lagi dan satu dus kecil baju – baju bekas yang akan
diberikan kepada adik – adik yang ada di Panti Asuhan. Bunda dan Bu Amin
memasak nasi dan dibuat menjadi nasi kotak untuk dimakan bersama di sana nanti.
Saat tiba di
Panti Asuhan, mereka disambut dengan gembira oleh anak – anak kecil. Cika
sangat senang karena banyak anak yang seumur dengan dia. Mereka bernyanyi,
bermain dan makan bersama – sama. Ada seorang anak laki – laki yang kecil dan
bertubuh kurus yang suka sekali duduk dekat dengan Cika. Ketika Cika duduk
makan, anak itu segera ikut duduk di sebelahnya dan makan.
“ Nama kamu
siapa ? “ Tanya Cika pada anak kecil itu.
“ Didi…”
Sahutnya sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Cika kasihan melihat Didi
berusaha makan sendiri tetapi masih kerepotan.
“ Nama aku
Cika, panggil aja kakak Cika …sini aku bantu suapin kamu makan ya…” Kata Cika
sambil mengambil nasi kotak yang dipangku Didi. Lalu Cika menyuapi Didi dengan
gembira. Ayah dan Bunda yang menyaksikan
tingkah Cika tampak terharu. Bunda kemudian
duduk dibangku sebelah Cika.
“ Wah…Cika
pinter ya…sudah bisa nyuapin adik…” Kata Bunda dengan bangga.
“ Iya…habisnya
adik masih susah makan sendiri Bun…kasihan…jadi Kak Cika suapin aja…” Kata
Cika.
“ Kak Cika ?
“ Kata Bunda sambil tertawa. “ Emangnya ini adik siapa ?” Tanyanya sambil
memegang tangan Didi.
“ Didi…”
Sahut Didi pendek, karena mulutnya masih penuh dengan makanan.
“ Iya…ini
adik Cika Bun..ya kan Di…” Kata Cika. Didi mengangguk – angguk, kemudian
tangannya memegang tangan Cika.
“ Ini Kakak
Cika…” Kata Didi setelah menelan makanannya. Bunda tampak berkaca – kaca seperti
mau menangis.
“ Ini Bunda
ya Didi…trus yang itu…ayah…” Kata Cika sambil menunjuk ayahnya yang berdiri di
sebelah Bunda.
Ketika tiba
waktunya mereka akan meninggalkan Panti Asuhan, Didi dan Cika tampak sedih.
“ Kak Cika
mau kemana ? Kak Cika mau pulang ya….” Kata Didi sambil memegang tangan Cika.
Bunda menghela napas panjang dan menahan kesedihan.
Gimana kelanjutan kisah Cika dan adik barunya...dapatkan kisah selengkapnya dengan mengirim email ke mannamarketiva@gmail.com, subyek : Pesan Episode 1 Cika Didi